Cari Blog Ini

Rabu, 14 April 2010

Saat Hidup adalah Anugerah

La tahzan, semua peristiwa memuat untaian informasi yang akan memproyeksikan pemikiran saat ini untuk saat-saat berikutnya. Karena dari peristiwa yang baru saja terjadi, akan terekam rangkaian kode-kode gambaran diri yang akan dapat terlihat wujudnya sebentar lagi, nanti, esok atau lusa. La Tahzan, karenanya kita tidak perlu berlarut dalam kedalaman rasa
yang sedang mendera hati dan kompleksitas pikiran yang melanda akal. Badai pasti berlalu, sayangku. Selalu tersenyum di saat apapun kau menerima keadaan yang sedang terjadi.
Kesedihan tak perlu diresapi karena hal itu akan selalu mengiringi kegembiraan yang akan menjadi fokus kita di masa-masa menjelang. Setiap diri yang berjiwa, setiap badan yang bernyawa akan berjumpa dengan saat-saat perpisahan, saat-saat hidup berganti dunia ke lain dunia.
Hidup di dunia tidaklah kekal, kesenangan di bumi bukanlah sesuatu yang dapat bersublimasi dengan proses kesemestaan diri. Kematangan jiwa disini bukanlah segala-galanya jika sang ruh belum menggapai Sang Pemilik yang berkehendak atas semua peristiwa. Dialah yang mematangkan semua pemrograman tentang diri kita hingga hidup abadi dalam alam manusia yang sebenarnya, alam dimana Adam-leluhur kita diwujudkan.
La Tahzan, diriku juga pernah mengalami hal yang sama ketika saat-saat ini datang. Dan karenanya kuberitahukan, sayangku, dalamilah dengan makin sepenuh hati makna-makna kode peristiwa yang telah dialami dan yang sedang kita alami. Dalam saat-saat inilah kita bisa lebih tekun berinstropeksi tentang kelemahan dan kekurangan yang masih kita miliki. Di saat ini, kita bisa melihat terang karena suasana sekarang yang begitu gelap. Segelap mendung duka yang menggelayuti rasamu saat ini.
Ku tahu, betapa berat diri mulai melangkah benar-benar sendiri. Tanpa ada lagi nasehat-nasehat dan petuah-petuah ketangguhan seorang laki-laki. Memaknai hari-hari tanpa kebijaksanaan dan kebaikan ayah yang benar mengenali siapa diri kita ini.
Kini yakinlah bahwa diriku tercipta untuk dirimu untuk selalu menemani dan mendampingi.


Teruntuk istriku yang baru saja melewati masa duka
Do'a baktiku dan permohonan ma'afku untuk ayah mertua,
Semoga tenang damai di alam sana dan menjadi kekasih yang mulia di sisi-Nya