Cari Blog Ini

Selasa, 27 Maret 2012

Teori Sistem

Penggunaan istilah “system” dalam kehidupan kita menunjukkan dua hal yaitu “Wujud / entitas” dan “Metode / Rencana / Alat / Tata Cara”. Menurut Murdick dan Ross (1982:9) sistem merupakan suatu susunan elemen yang membentuk suatu kegiatan atau suatu prosedur atau skema yang berorientasi ke arah tujuan yang sama dengan melalui pengoperasian data dan/atau energi dan/atau materi

untuk memperoleh suatu informasi sewaktu-waktu. Falsafah sistem adalah “Way of thinking” yaitu memberikan kemampuan mengenai cara berfikir memperlakukan segenap gejala dunia ini sebagai suatu keseluruhan termasuk bagian-bagiannya dan hubungan antar bagian. Falsafah sistem memiliki permasalahan secara konseptual dengan cara kogatif (memiliki, merenung), mengembangkan perhatian pada komponen-komponennya pada segi-segi religius, melihat kaitan sistem dengan lingkungannya, mempertimbangkan komponen-komponen sistem yang perlu diaktifkan/dipilih dan sebagainya. Salah satu pemikiran yang dikembangkan dalam falsafah sistem adalah menganalogikakan sistem dengan ilmu ialah sebagai struktural pengetahuan yang sistematis, melibatkan rangkaian prinsip-prinsip yang penting ataupun fakta-fakta yang disusun dalam suatu hubungan atau ketergantungan secara rasional, serangkaian ide-ide, prinsip-prinsip, hukum-hukum/rumus-rumus yang secara keseluruhan membentuk satu kesatuan yang lengkap.

Antara “sistem” dengan lingkungannya akan berinteraksi, yang kemudian menimbulkan permasalahan-permasalahan. Oleh karena itu alasan dasar mengapa analisis sistem digunakan yaitu dalam rangka pemecahan problem (Problem Solving), syarat baru (New reguirement), pengimplementasian ide atau teknologi baru dan perbaikan-perbaikan sistem secara luas (Broad systems improvement). Analisa pemecahan masalah digunakan apabila sistem yang ada tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan. Misalnya bagian tertentu dalam tubuh organisasi menghadapi suatu problem dalam bidang penetapan waktu (Scheduling), peramalan (Forecasting), kontrol persediaan (Inventoy Control), yang perlu diperbaiki/dikoreksi. Sedangkan untuk menganlisa syarat saru, maka terdapat peraturan baru yang dihadapi oleh organisasi misalnya berupa : undang-undang baru, praktek acounting, jasa organisasi, produk baru dan sebagainya. Adapun analisa sistem untuk mengimplementasikan ide atau teknologi baru berhbungan dengan adanya ide ataupun teknologi baru akan menyebabkan timbulnya sebuah sub sistem baru yang perlu dirancang hingga dapat memanfaatkan peralatan tersebut secara optimal. Misalnya suatu perusahaan mulai menggunakan alat OCH (optical character recognition). Terakhir, analisa sistem berguna untuk perbaikan-perbaikan sistem secara luas (Broad systems improvement), yaitu suatu keinginan untuk menemukan cara yang lebih baik terhadap pekerjaan yang kini sedang dilakukan. Sasaran-sasaran umum perbaikan sistem antara lain mencakup tentang pengurangan biaya, servis lebih baik terhadap langganan, pelaporan lebih cepat.

Era global menyajikan berbagai perubahan mendasar dalam kehidupan manusia yang berakibat pada banyaknya permasalahan yang membutuhkan pendekatan multiperspektif, artinya tidak hanya berdasarkan disiplin tunggal. Untuk itu diperlukan pemikiran secara sistem (system thinking), pendekatan sistem (system approach), konsep sistem (system concept), pandangan sistem (system viewpoint) ataupun lebih sederhana dengan sistem-sistem (system). Dengan konsep ataupun sistem-sistem ini maka masalah yang komplek dalam suatu persoalan akan menjadi lebih sederhana sehigga lebih mudah diselesaikan. Dengan demikian teori sistem merujuk pada serangkaian pernyataan mengenai hubungan diantara berbagai unsur yang berinteraksi satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Pandangan mengenai system bisa bermacam-macam. Sistem bisa berupa suatu kegiatan atau suatu prosedur/skema yang berorientasi kearah tujuan yang sama (Murdick dan Ross: 1982). Bila dipandang sebagai suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks atau terorganisir (Johason Katzn, Roseuzwey: 1980). Bisa berupa suatu set atau rangkaian dari benda-benda; suatu himpunan entity (unsur/bagian) yang saling berkaitan; atau agregesi.

Pendekatan secara sistem adalah cara yang meliputi berfikir untuk mencari solusi yang terbaik dengan memperhatikan unsur-unsur yang berhubungan dengan suatu masalah secara menyeluruh dan rasional. Pendekatan kesisteman mempunyai pengertian suatu kerangka pikir yang menghendaki agar dalam melihat sesuatu harus memperhatikan bahwa sesuatu tersebut terdiri dari sejumlah aspek yang saling berkaitan. Aspek yang berkaitan tersebut dapat bersifat internal maupun eksternal dan harus memperhatikan/mempertimbangkan peran dan pengaruh tindakan factor-faktor tersebut terhadap lingkungan. Dengan demikian maka pendekatan kesisteman adalah suatu metode berfikir yang merupakan analisa dari berbagai fenomena untuk menjadi suatu sintesis. Penggunaan pendekatan dan analisa sistem dapat membantu pimpinan untuk melihat persoalan yang rumit menjadi lebih sederhana. Sebuah sistem bisa longgar atau ketat, stabil atau tidak stabil. Sistem lebih kecil yang disebut subsistem mungkin hidup dalam sistem yang lebih luas. Di sisi lain sebuah sistem memiliki batas-batas yang membedakan dari lingkungan dan merupakan jaringan komunikasi yang membuka aliran informasi untuk proses penyesuaian diri. Dari dua sisi tersebut saja, kita dapat memahami bahwa untuk mengurai kompleksitas permasalahan yang kita temui diperlukan teori dan pendekatan kesisteman.

Hal-hal yang perlu dikembangkan dalam Teori system ini adalah adalah bagaimana merumuskan permasalahan berdasarkan komponen-komponen yang terdapat dalam suatu permasalahan lalu mengembangkan alaternatif pemecahan masalah. Penekanannya yaitu pemahaman tentang perlunya memeriksa seluruh bagian sistem. Karena sering sekali kita menganalisa sebuah permasalahan dengan memusatkan perhatian hanya pada satu komponen sistem, yang berarti dia telah mengambil tindakan yang mungkin tidak efektif, karena beberapa komponen yang penting diabaikan. Hal lain yang perlu dikembangkan yaitu bagaimana kita memahami pengaruh dari luar sistem dan memahami karakter dari sistem yang sedang kita tempati. Apakah kita berada dalam sistem yang terbuka atau tertutup ? Bagaimanakah kita memecahkan masalah dalam sistem yang tertutup? Lalu bagaimana kita mengolah informasi dari luar sistem namun tetap dapat digunakan untuk sebuah sistem yang bersifat tertutup?