Cari Blog Ini

Jumat, 06 Januari 2017

Kekuatan dari Kata - kata yang Terucap

Mengungkapkan kata-kata secara sadar atau tidak sadar merupakan pilihan. Kekuatan kata-kata bisa merubah kebiasaan bahkan kegiatan kita dalam kehidupan karena setiap ucapan ataupun isyarat yang dipilih merupakan pesan untuk mengkomunikasikan suara hati maupun fikiran. Cognito ergo Sum, kehidupan kita terbentuk oleh pikiran, sehingga setiap kata-kata yang terucap menjadi alat yang mendorong kesadaran untuk mengungkapkan kehendak dalam diri kita. Salah satu contoh kisah untuk memahami hal ini dapat kita baca dalam karya Joe Vitale yang berjudul ‘Zero Limits, Metoda Rahasia Hawaii untuk Memperoleh Kekayaan, Kesehatan, Kedamaian. Kisah yang diceritakan Joe Vitale dalam buku tersebut menggambarkan pertemuannya dengan sosok Ihaleakala Hew Len yang memiliki metode penyembuhan yang agak aneh.


Salah satu hal yang aneh tersebut adalah Hewlen menyembuhkan sebangsal penuh narapidana yang sakit jiwa tanpa pernah melihat seorang pun dari mereka secara profesional. Ternyata Hew Len menggunakan metoda penyembuhan dengan sebuah cara “pembersihan diri” secara terus menerus kepada diri sendiri. Lebih jelasnya pembersihan diri tersebut adalah dengan ungkapan “Saya mengasihi Anda”, “Maafkanlah Saya”, “Terimakasih”, dan terakhir adalah “Salam kedamaian”.

Dalam pandangan Hew Len, untuk memperbaiki dunia, lingkungan atau siapapun maka langkah awal yang harus dilakukan adalah memperbaiki diri sendiri terus menerus. Sehingga diri kita selalu dalam keadaan bahagia, damai dipenuhi rasa cinta dan kasih sayang kepada semua makhluk baik yang bernyawa maupun yang kelihatan tidak bernyawa. Dan semua “kegagalan” di dunia ini menjadi 100% tanggung jawab kita.

Ketika tanggung jawab sudah 100% kita ambil, maka tidak ada lagi alasan untuk menyalahkan orang lain, mencari kambing hitam dan alasan-alasan lainnya yang dicari-cari. Bila semua orang memiliki sikap seperti ini maka dunia ini akan sangat damai, dan dipenuhi dengan energi positif yang bertebaran di atmosfer ini. Universe akan tersenyum melihat mental-mental manusia yang sehat, sikap-sikap manusia sebagai pemimpin dunia yang fair.

Secara jujur kita sadari, dunia kita sudah terlalu sesak dipenuhi energi negatif yang bertebaran di sana-sini. Entah berapa perbandingan kuantitatif antara energi negatif dan positif yang bertebaran. Tapi konon ada pandangan yang mengatakan bahwa 9 energi negatif akan netral dengan 1 energi positif. Benarkah? Memang kita belum memiliki bukti secara ilmiah yang menyimpulkan tesis tersebut. Tapi secara sederhana kita bisa membuktikan, kalau ada sekelompok orang yang bertikai, kemudian datang seorang arif bijak yang mendamaikan pertikaian tersebut, besar kemungkinan pertikaian tadi bisa dihentikan.

Kalau kita mengambil tanggung jawab 100% untuk membuat kebaikan di lingkungan sekitar kita, maka 1:10 atau bahkan lebih banyak lagi bisa membuat energi positif bertebaran di alam ini. Apa sih susahnya untuk mengatakan “Saya Mengasihi Anda”, “Terimakasih”, “Maafkanlah Saya”, “Salam kedamaian”, atau bisa ditambah lagi dengan kata-kata lain seperti “Sukses Selalu buat Anda”, “Bahagia selalu untuk Anda”, “Keberkahan untuk Anda” dll. Isinya adalah doa-doa baik untuk orang sekitar kita dan ungkapan rasa syukur.

Mau mencoba? Ya, harus kita coba dulu efektifitas ungkapan kata-kata tersebut. Dan ungkapan tadi tidak hanya kepada manusia, kepada benda, hewan atau makhluk tidak hidup lainnya juga patut untuk diungkapkan. Tidak heran kalau penelitian Masaru Emoto dalam The Power of Water yang meneliti tentang air yang diberi ungkapan-ungkapan yang baik-baik akan membentuk kristal yang sangat indah. Sementara air yang dimaki, dimarahi, dibenci akan memunculkan kristal yang jelek.

Kata-kata adalah jiwanya komunikasi. Tentu saja untuk komunikasi lisan bagi orang dengan panca indera yang berfungsi optimal. Bagi sebagian saudara kita yang “luar biasa”, penggunaan kata-kata tidak terlalu diperlukan. Misalnya pada saudara kita yang tuna rungu, bisu dan tuli, yang lebih menggunakan body language (gesture) dalam komunikasinya. Bilamana kita amati kegunaan kata – kata dalam kehidupan kita sehari – hari, berbicara dengan menggunakan kata-kata positif dan negatif merupakan pilihan seorang manusia.

Berbicara dengan kata-kata positif sangat sangat berbeda dampaknya dengan menggunakan kata-kata negatif. Sangat jelas. Para pakar psikologi mengatakan uacapan dan perbuatan yang positif berawal dari adanya pikiran atau pola pikir yang positif pula. Demikian sebaliknya. Mengucapkan kata-kata negatif seperti halnya seseorang menancapkan paku-paku di sebatang pohon. Walaupun paku-paku tersebut telah dicabut, tetap saja meninggalkan bekas yang dalam. Sedangkan kata-kata positif akan memberkas baik bagi pembicaranya maupun bagi pendengarnya. Seperti halnya yang dilakukan oleh Hew Len, pilihan kata – katnya menghasilkan perbuatan positif yang berdampak pada tercapainya hasil yang positif pula.

Memang tidak cukup hanya dengan mengeluarkan kata-kata tersebut di atas lantas akan memperbaiki segalanya. Namun apabila kata-kata tersebut di atas diucapkan berulang-ulang sampai menyatu dengan diri kita, menyatu dengan pikiran dan hati, siapa yang tahu akan memunculkan keajaiban-keajaiban. Tentunya kata-kata tersebut harus diucapkan dengan sepenuh hati sehingga memunculkan perasaan bahagia dan damai setiap saat.

Mengucapkan kata – kata positif diatas di sisi lain akan memberi dampak berupa terpeliharanya kita dari godaan-godaan untuk mengeluarkan kata-kata yang tidak bermanfaat. Sebenarnya kata-kata yang kita ungkapkan memiliki makna berbeda setelah masuk ke dalam pikiran kita. Pikiran akan memberikan gambaran atas kata yang kita ucapkan. Ketika kita mengucapkan kata mengasihi maka pikiran menggambarkan seseorang yang mengusap-usap seseorang (anak kecil), atau memberikan perhatian kepada orang yang kesusahan atau memberikan menjaga orang yang membutuhkan bantuan.

Ketika mengungkapkan kata “Maafkan saya”, ketika itu pula ada rasa melepaskan energi negatif dan beban yang ada di pikiran dengan sebuah pengakuan. Dan orang yang mendengar kata-kata tersebut juga akan muncul rasa yang lembut yang juga mengucapkan kata yang sama, “Maafkan saya juga”.

Luar biasa indah dunia ini kalau diisi dengan kata-kata yang berenergi positif. Sudah saatnya kita menyadari akan kekuatan ikhlas, kekuatan kebahagiaan, kekuatan kedamaian, kekuatan cinta dan kasih sayang, kekuatan syukur. Ucapkan kata-kata tersebut terus menerus setiap saat maka kita akan senantiasa berada dalam pencerahan yang luar biasa.

Hal ini penting karena, jika Anda mengelola Hidup Anda dengan arti yang berbeda maka perasaan Anda juga akan ikut berbeda. Kalau perasaan Anda berbeda, maka tindakan Anda pun akan berbeda. Jika tindakan Anda berbeda, hasilnya juga berbeda. Dan jika hasilnya berbeda, maka nasibnya berbeda. Kalau nasibnya berbeda, maka hidupnya pun berbeda.


Pada dasarnya setiap orang mempunyai definisi hidup yang berbeda- beda. Jika Anda beranggapan hidup itu penuh dengan perjuangan, maka kehidupan Anda selamanya hanya berjuang. Memangnya enak kalau berjuang terus dan Anda tidak menikmati hidup? Disini Anda hanya berjuang terus menerus. Mungkin tidak ada yang salah dalam hal ini, namun definisi Anda menggambarkan kehidupan Anda untuk sekarang dan untuk kedepannya.

Oleh karena itu, berhati- hatilah terhadap definisi hidup tersebut. Anda memberikan arti hidup yang Anda inginkan. Dan jika Anda salah dalam memberikan arti hidup maka pengelolaan hidup nomor satu anda sudah GaTot - Gagal Total. Yang paling pertama dalam mengatur hidup, Anda harus bisa memberikan arti hidup itu yang seperti apa dan hidup itu adalah…??? (Anda bisa menjawabnya dengan jawaban Anda sendiri). Oleh karena itu, pilihlah kata – kata yang benar- benar bermakna, kata - kata yang berarti besarnya kekuatan positif dalam hidup anda.